KAJIAN INOVASI TEKNOLOGI KEBENCANAAN YANG EFEKTIF UNTUK PESISIR SELATAN
20 Dec 2023
10:23:22 WIB
184x dibaca
Rio Novriliam, A.Md
BPBD PESSEL
PANIAN – Kesadaran penuh masyarakat akan bencana alam merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana. Di antara program ini adalah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Selasa (19/12/2023). Hadir dalam acara tersebut kepala pelaksana BPBD Pesisir Selatan, Doni Gus Rizal, beberapa instansi pemerintah daerah setempat dan peserta lainnya dari masyarakat, pengusaha serta akademisi. Acara yang dibuka oleh Irvan Prama Defindal dari BNPB pusat mengangkat tema “Peran Teknologi Dan Inovasinya dalam Diseminasi Dan Edukasi Kebencanaan” tersebut memperkenalkan delapan inovasi teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam diseminasi informasi dan edukasi kebencanaan, yaitu application programming interface, media library, media luar ruang elektronik, chatbot, blast messaging, virtual reality, augmented reality, dan mixed reality.
Terkait pemanfaatan kedelapan inovasi teknologi dalam diseminasi informasi dan edukasi kebencanaan di Pesisir Selatan, Doni menjelaskan pihaknya masih menggunakan teknologi dari BNPB yaitu Inarisk personal di 15 kecamatan dan 182 Nagari. Ia menambahkan pemanfaatan Inarisk personal terkait informasi bencana tersebut dinilai mudah dipahami oleh masyarakat setempat. Selain itu, pihaknya juga masih menggunakan cara manual dengan membentuk keluarga tangguh bencana.
“BPBD juga memanfaatkan platform media sosial dalam menyampaikan informasi dan edukasi bencana, seperti Instagram, YouTube, Facebook,” tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Informasi Dan Komunikasi dari Dinas Komunikasi Dan Informasi Pesisir Selatan, Wildan, menjelaskan Diskominfo memiliki program di mana setiap OPD bisa mempublikasikan program kegiatannya melalui platform radio.
“Kami memanfaatkan radio karena sebelumnya kita mempelajari bahwa kondisi di Kabupaten Pesisir Selatan itu lebih banyak kepada media-media konvensional,” jelasnya.
Wildan juga menyebutkan Diskominfo bertindak sebagai supporting system dalam diseminasi informasi dan edukasi kebencanaan. “Jika BPBD ingin membuat konten tentang edukasi kebencanaan, Diskominfo siap memfasilitasinya,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan tentang media luar ruang videotron, Wildan menjelaskan Pesisir Selatan sudah memilikinya yang ditempatkan di Taman Spora. “Kami masih menunggu dari OPD jika ada konten-konten yang sifatnya ingin disampaikan kepada Masyarakat, kami siap memfasilitainya,” tambahnya.
Namun Doni menambahkan videotron tersebut masih belum dikhususkan untuk mitigasi bencana, dan kedepannya diharapkan akan ada videotron khusus mitigasi bencana.
“Memang kita punya videotron, cuman videotron itu kan tidak terfokus kepada upaya mitigasinya karena yang mempergunakan bukan OPD saja,” jelasnya.
“Kalau inovtek itu bisa diwujudkan dalam bentuk videotron satu lagi, itu memang fokus terhadap mitigasinya,” sambungnya.
Untuk mewujudkan inovtek media luar ruang ini, menurut Irvan Prama Defindal, BPBD bisa mengajukan usulan ke BNPB. “Masing-masing daerah dapat mengajukan usulan untuk mengadakan media luar ruang ke BNPB pusat dan akan diteruskan ke World Bank,” jelasnya.
Sementara Dwi Mahroji mewakili pihak yang melakukan kajian program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) 2023 bersama BNPB pusat berharap inovasi teknologi ini dapat diterapkan sesuai dengan kondisi daerah rawan bencana khususnya gempa bumi dan tsunami.
“Terkait dengan kajian ini, kami bekerjasama dengan BPBD setempat mengumpulkan data-data dari masyarakat sehingga nantinya dapat diketahui pilihan inovasi teknologi yang tepat yang dapat digunakan di sebuah daerah rawan bencana,” ujarnya.
Pesisir Selatan merupakan salah satu dari lima daerah piloting BNPB pusat dalam mengkaji delapan inovasi teknologi kebencanaan. Empat daerah piloting lainnya adalah Ambon, Palu, Jembarana Bali dan Cilacap. Setelah selesai acara Pembukaan, Tim survey melanjutkan pengambilan data dan pengisian kuesioner di Kantor Nagari Painan Selatan, serta hari ini akan dilanjutkan mengunjungi 4 nagari lagi yaitu Nagari Taratak, Nagari Amping Parak, Nagari Kambang Barat serta Nagari Air Haji.[BHI NEWS]
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.