Logo KPP
Logo RSUD

BPBD

Kabupaten Pesisir Selatan

Studi Identifikasi Lokasi Prioritas dan Analisis Bencana Tsunami di Wilayah Barat

17 Feb 2023 10:12:33 WIB 149x dibaca Rio Novriliam, A.Md
Studi Identifikasi Lokasi Prioritas dan Analisis Bencana Tsunami di Wilayah Barat
BPBD PESSEL Painan-15 Februari 2023. Kawasan pantai Pesisir Selatan secara tektonik merupakan salah satu daerah dengan Seismisitas tinggi dan aktif. Patahan lempeng Mega Trust Mentawai di kawasan ini dapat menyebabkan gempa bumi dan potensi tsunami, yang dapat berkembang menjadi bencana alam. Perairan pantai Pesisir Selatan termasuk wilayah dengan pantai terbuka (open sea) dengan Panjang 143 KM dengan pantainya yang berhadapan dengan Samudra Hindia. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pesisir Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) Doni Boy dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Studi Identifikasi Lokasi Prioritas dan Analisis Bencana Tsunami di Wilayah Barat yang dilakukan oleh Direktorat Pemetaan dan Evakuasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang bertempat di Ruangan Bidang PK BPBD Pessel (Rabu, 15/02/23). Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Bayang, Camat Koto XI Tarusan, Walinagari Jinang Pansur Ampang Pulai, Walinagari Ampang Pulai. Walinagari Pulau Karam, Walinagari Pasar Baru , Walinagari Tanjung Durian dan Enumerator. Menurut Kabid bahwa “Kawasan pantai Pesisir Selatan secara tektonik merupakan salah satu daerah dengan Seismisitas tinggi dan aktif. Patahan lempeng Mega Trust Mentawai di kawasan ini dapat menyebabkan gempa bumi dan potensi tsunami, yang dapat berkembang menjadi bencana alam. Perairan pantai Pesisir Selatan termasuk wilayah dengan pantai terbuka (open sea) dengan Panjang 143 KM dengan pantainya yang berhadapan dengan Samudra Hindia”. Lebih lanjut Kabid menjelaskan bahwa Tsunami merupakan bencana yang belum bisa diprediksi kapan terjadinya bencana tersebut datang. Sebelum tsunami terjadi dimasa yang akan datang, yang dapat dilakukan adalah mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh tsunami melalui mitigasi. Salah satu cara untuk mendukung mitigasi bencana terhadap tsunami adalah dengan memetakkan tingkat kerentanan bencana tsunami di Pesisir Selatan berupa peta tingkat rawan bencana tsunami yang selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam menentukan jalur evakuasi untuk meminimalisir korban akibat bencana tsunami. Ketua Tim kegiatan Studi Identifikasi Lokasi Prioritas dan Analisis Bencana Tsunami Agus Supriadi dalam keterannya kegiatan ini ditujukan untuk mengidentifikasi dampak terjadinya tsunami yang berupa jumlah korban jiwa dan kerugian ekonomi, baik dalam jangka pendek yang berupa hancurnya pemukiman infrastruktur, sarana dan prasarana serta bangunan lainnya, maupun jangka panjang yang berupa terganggunya roda perekonomian akibat trauma maupun kerusakan sumberdaya alam lainnya. “Kegiatan ini akan berlangsung Secara bertahap sampai tahun 2024. Untuk saat ini yang diprioritaskan di Kabupaten Pesisir Selatan ada 2 Kecamatan dan 5 Nagari, yang terdiri dari Kecamatan Koto XI Tarusan : Nagari Jinang Pansur Ampang Pulai, Nagari Ampang Pulai, dan Nagari Pulau Karam, dan Kecamatan Bayang : Nagari Pasar Baru dan Nagari Tanjung Durian” Ujar Agus Supriadi. Agus Supriadi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui BPBD Kabupaten Pesisir Selatan telah memfasilitasi kegiatan ini. Dalam studi kegiatan ini enumerator diambil dari masyarakat Pesisir Selatan karena mereka lebih mampu berkomunikasi langsung dengan masyarakat dan lebih tahu dengan wilayah.
Bagaimana pendapat Anda?
0
0

0 Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.

Berikan Komentar

Menu Aksesibilitas