Logo KPP
Logo RSUD

BPBD

Kabupaten Pesisir Selatan

Workshop Pembahasan Draf Final

23 Jun 2023 10:14:10 WIB 127x dibaca Rio Novriliam, A.Md
Workshop Pembahasan Draf Final
BPBD Pessel Painan- Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) merupakan sebuah dokumen yang memuat proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan yang kemungkinan besar akan terjadi, namun juga belum tentu terjadi. Dokumen Renkon penting untuk disusun, khususnya di wilayah yang memiliki potensi bencana tinggi, sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah. Di Kabupaten Pesisir Selatan sendiri, menurut kajian inaRISK, memiliki risiko sedang hingga tinggi terhadap terjadinya bencana tsunami maupun gempa bumi. Sementara jumlah penduduk yang akan terdampak 267.516 jiwa yang tersebar di 72 Nagari dan 11 Kecamatan. Mengingat hal tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Kesiapsiagaan menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembahasan Draft Final Rencana Kontigensi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Kabupaten Pesisir Selatan bertempat di Hotel Saga Murni Sago. (Rabu, 21/06/2023) Kegiatan tersebut berlangsung selama satu hari , dengan mengundang peserta dari Dinas terkait dan Kecamatan sebanyak 35 orang. Direktur Kesiapsiagaan BNPB diwakili oleh Ardhy Betriawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan pemerintah daerah khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lembaga, dan OPD dalam merespon dengan benar keadaan darurat serta potensi dampak yang dapat ditimbulkan akibat bencana. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi dukungan BNPB bersama-sama dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Ardhy juga mengatakan dalam sambutannya bahwa inisiasi dari lintas sektor pada pertemuan ini diharapkan dapat tersinkornisasi dan menghasilkan dokumen yang bersinergi. “Dokumen ini merupakan suatu komitmen Bersama yang harus dijalankan seluruh pemangku kepentingan dan perlu kolaborasi bersama terutama memetakan sumber daya yang dimiliki," tambahnya. Pengalaman terjadinya bencana gempabumi dan tsunami yang semakin meningkat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir memaksa pemangku kepentingan di Kabupaten Pesisir Selatan, untuk memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami. Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Mawardi Roska yang membuka secara langsung acara tersebut dan menyampaikan beberapa arahan, pemerintah daerah perlu menyusun rencana kontijensi sebagai pedoman dalam penanganan darurat bencana. Rencana kontijensi yang dilengkapi dengan skenario kejadian dan asumsi dampak diharapkan mampu mendeskripsikan kondisi yang sebenarnya dari kejadian gempa bumi dan tsunami serta dampaknya terhadap aspek kependudukan, sosial ekonomi, lingkungan dan sarana prasarana. Pada kesempatan tersebut, peserta menandatangani lembar komitmen sebagai kesepakatan bersama. Menindaklajuti penyusunan dokumen ini, selanjutnya akan direncanakan kegiatan uji publik, finalisasi, TTX, FTX, pemutakhiran data Renkon secara berkala, dan diakhiri dengan pembuatan Peraturan Bupati (Perbup). Acara ini dilanjutkan dengan Pembahasan singkat yang di sampaikan kepala pelaksana BPBD Kab Pessel Doni Gusrizal dan dilanjutkan oleh tim yang telah berpatisipasi dalam acara ini. acara berakhir jam 16.30 wib yang di tutup oleh Sekretaris BPBD Kab Pessel Yendrizal. salam tangguh salam kemanusian.
Bagaimana pendapat Anda?
0
0

0 Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.

Berikan Komentar

Menu Aksesibilitas